Kinerja Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Dipacu Lewat Tiga Instruksi Khusus

  • Bagikan
Kinerja Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi
Kinerja Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi (foto: tirtabhagasasi)

Kinerja pegawai Perumda Tirta Bhagasasi menjadi sorotan utama jajaran direksi setelah masa libur panjang perayaan Idulfitri 1445 Hijriah resmi berakhir. Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Usep Rahman Salim, secara tegas meminta seluruh jajarannya untuk tidak terlena dengan suasana santai pasca-mudik. Momentum kembali bekerja ini harus menjadi titik balik untuk meningkatkan produktivitas dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat Bekasi.

Dalam apel perdana dan acara halal bihalal yang digelar di kantor pusat, Usep menekankan bahwa pelayanan publik tidak boleh terhambat oleh alasan adaptasi setelah libur. Sebagai perusahaan umum daerah yang mengelola hajat hidup orang banyak, setiap detik keterlambatan dalam merespons keluhan pelanggan akan berdampak besar pada citra perusahaan. Oleh karena itu, penguatan komitmen internal menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

ads_mediabekasi

Pihak manajemen menyadari bahwa transisi dari masa libur ke rutinitas kerja sering kali memicu penurunan ritme kerja atau fenomena “post-holiday blues”. Namun, Usep Rahman Salim mengingatkan bahwa tanggung jawab sebagai pelayan publik menuntut profesionalisme yang tinggi. Ia memberikan arahan khusus agar seluruh departemen, mulai dari teknis hingga administrasi, segera tancap gas menjalankan program kerja yang telah direncanakan sejak awal tahun.

Advertisement

Menjaga Kinerja Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Tetap Stabil

Untuk memastikan stabilitas operasional, Usep Rahman Salim meluncurkan tiga poin instruksi atau “mantra” yang wajib dipatuhi oleh seluruh staf. Instruksi pertama berkaitan erat dengan kedisiplinan waktu dan kehadiran. Tanpa kedisiplinan yang ketat, kinerja pegawai Perumda Tirta Bhagasasi mustahil dapat mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah selaku pemilik modal.

Instruksi kedua menyasar pada aspek kualitas pelayanan pelanggan. Usep meminta petugas di lapangan maupun di bagian pengaduan untuk lebih responsif terhadap setiap laporan kebocoran pipa atau gangguan aliran air. Kecepatan penanganan masalah teknis menjadi indikator utama dalam menilai sejauh mana efektivitas kinerja pegawai Perumda Tirta Bhagasasi di mata masyarakat luas. Ia tidak ingin mendengar adanya keluhan warga yang tidak tertangani dalam waktu lebih dari 24 jam.

Ketiga, Dirut menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi antar-unit kerja. Koordinasi yang buruk sering kali menjadi penghambat utama dalam penyelesaian proyek-proyek strategis perusahaan. Dengan memperkuat kerja sama tim, diharapkan hambatan birokrasi internal dapat dipangkas sehingga pelayanan menjadi lebih ramping dan efisien. Hal ini merupakan bagian integral dari upaya transformasi perusahaan menuju digitalisasi layanan.

Advertisement

Tantangan Pelayanan Air Bersih di Bekasi

Bekasi sebagai wilayah penyangga Jakarta dengan pertumbuhan industri dan pemukiman yang sangat masif memberikan tantangan tersendiri bagi Perumda Tirta Bhagasasi. Kebutuhan akan cakupan layanan air bersih terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menuntut kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia yang mumpuni. Peningkatan kinerja pegawai Perumda Tirta Bhagasasi secara berkelanjutan adalah kunci untuk menghadapi kompleksitas tersebut.

Selain masalah cakupan layanan, tantangan lain yang dihadapi adalah penurunan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Petugas teknis diinstruksikan untuk melakukan pemantauan rutin terhadap jaringan pipa tua yang rentan bocor. Upaya preventif ini memerlukan ketelitian dan dedikasi tinggi dari para pegawai di lapangan agar kerugian perusahaan dapat ditekan serendah mungkin.

Usep juga menyinggung mengenai pentingnya inovasi dalam bekerja. Pegawai diharapkan tidak hanya bekerja secara rutin, tetapi juga mampu memberikan ide-ide baru untuk efisiensi operasional. Penggunaan teknologi informasi dalam monitoring debit air dan sistem pembayaran digital harus terus dioptimalkan. Semua langkah inovatif ini bermuara pada satu tujuan, yakni memperkuat pondasi kinerja pegawai Perumda Tirta Bhagasasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Advertisement

Di sisi lain, kesejahteraan pegawai juga tetap menjadi perhatian manajemen. Usep meyakini bahwa lingkungan kerja yang sehat dan apresiasi terhadap prestasi akan memicu motivasi internal. Pemberian penghargaan bagi unit kerja dengan performa terbaik menjadi salah satu skema yang disiapkan untuk memacu semangat kompetisi yang positif di lingkungan internal perusahaan.

Memasuki kuartal kedua tahun ini, Perumda Tirta Bhagasasi memiliki sejumlah agenda besar, termasuk perluasan jaringan ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau air perpipaan. Keberhasilan ekspansi ini sangat bergantung pada militansi dan etos kerja seluruh elemen perusahaan. Manajemen akan melakukan evaluasi berkala secara ketat untuk memantau perkembangan kinerja pegawai Perumda Tirta Bhagasasi di setiap cabang.

Sebagai penutup, Usep Rahman Salim mengajak seluruh karyawan untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana pembersihan diri dan peningkatan integritas. Kejujuran dalam bekerja dan tanggung jawab terhadap amanah publik adalah nilai dasar yang harus dijunjung tinggi. Dengan semangat baru, perusahaan optimis dapat mencapai target pelanggan dan kualitas layanan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Advertisement

Masyarakat Bekasi menaruh harapan besar pada ketersediaan air bersih yang stabil dan berkualitas. Oleh sebab itu, konsistensi dalam menjaga kinerja pegawai Perumda Tirta Bhagasasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan BUMD ini dalam melayani kebutuhan dasar warga secara prima.

  • Bagikan